Ramadhan sudah di depan mata. Hari-hari yang seharusnya dipenuhi ibadah dan ketenangan, justru masih dijalani penyintas dengan kecemasan akan kebutuhan paling dasar. Kini, banyak keluarga tinggal di tenda pengungsian dengan tatapan lelah dan harapan yang belum padam. Waktu terus berjalan, sementara Ramadhan semakin dekat. Setiap hari tanpa air bersih berarti satu hari ibadah yang dijalani dalam keterbatasan dan resiko.
Tanpa pilihan lain, penyintas terpaksa menggunakan air genangan, air lumpur, bahkan air got untuk mandi, mencuci, dan memasak. Risiko diare, muntaber, dan infeksi saluran pencernaan terus mengancam terutama anak-anak dan lansia. Jika bantuan tidak segera hadir sebelum Ramadhan tiba, krisis air bersih ini berpotensi berubah menjadi krisis kesehatan di tengah ibadah puasa.
Ramadhan adalah bulan berbagi dan amal jariyah. Setiap tetes air bersih yang kita hadirkan hari ini, menjadi sumber kehidupan dan pahala yang terus mengalir. Inilah momen terbaik untuk bergerak. Sedekah yang ditunaikan sebelum Ramadhan menjadi bekal pahala berlipat di bulan penuh berkah. Mari Hadirkan Air Bersih untuk Aceh Tamiang. Bersama, kita wujudkan kembali akses air bersih bagi para penyintas bencana.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |