“Ibu, kenapa aku tidak seperti anak lainnya? Mereka punya tangan lengkap, sedangkan aku seperti ini?” Pertanyaan itu keluar dari mulut Rais, bocah 6 tahun yang terlahir tanpa kedua tangan. Seiring bertambahnya usia, Rais mulai menyadari keterbatasan fisiknya. Ia sering bertanya pada sang ibu, dengan mata kecil yang menyimpan kebingungan dan sedih. Bagi ibunya, Rais adalah amanah Allah yang sangat spesial. Namun tak ada ibu yang benar-benar kuat saat melihat anaknya menangis karena merasa berbeda dari anak-anak lain.
Kisah Rais semakin pilu karena ia adalah anak yatim. Ayahnya meninggal dunia saat Rais masih berada di dalam kandungan. Sang ibu pernah dihadapkan pada pilihan berat oleh dokter, mempertahankan Rais dengan segala keterbatasannya, atau mengakhiri kehamilan. Namun sang ibu memilih menjaga titipan Allah tersebut hingga lahir dan merawatnya dengan penuh cinta. Rais tumbuh tanpa pernah mengenal wajah ayahnya, hanya dari foto yang tersimpan. Untuk bertahan hidup, Rais kini tinggal bersama ibu dan neneknya, dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas dan kebutuhan tumbuh kembang yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Meski terlahir tanpa kedua tangan, Rais tak menyerah. Ia belajar menulis, makan, dan beraktivitas menggunakan kakinya. Ia ingin sekolah, ingin meraih cita-cita, dan ingin menjadi kebanggaan orang tuanya. Namun luka Rais bertambah dalam ketika sang ibu pergi merantau ke Kalimantan dan hingga kini tak pernah kembali. Rais hanya bisa menunggu sambil menahan rindu. #KawanKebaikan, mari bersama kita bantu Rais mendapatkan tangan palsu yang ringan agar ia bisa sekolah, bermain, dan tumbuh tanpa rasa minder, serta mencukupi kebutuhan gizinya demi masa depan yang lebih baik. Setiap donasi yang dititipkan hari ini semoga menjadi jalan kebaikan, harapan, dan pahala yang terus mengalir di dunia maupun akhirat.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |