Pak Abdul Qodir (40 tahun), warga Gedad, Banyusoco, Gunungkidul, adalah pejuang sakit sejak kecil. Sejak usia 9 tahun, ia hidup dengan penyakit menahun yang terus menggerogoti tubuhnya. Kini di tahun 2025, kondisinya semakin berat setelah didiagnosis PPOK eksaserbasi dan Dispepsia Kronis. Hari-harinya dihabiskan di atas tempat tidur—untuk beribadah saja ia harus berbaring, bahkan mandi pun harus dimandikan oleh ibundanya yang sudah lanjut usia.

Setiap bulan, Pak Abdul Qodir harus kontrol rutin. Sedikit salah makan atau mendengar suara keras, sakitnya bisa kambuh parah dan membutuhkan penanganan medis segera. Ia telah kehilangan dua saudara kandung yang menderita penyakit serupa—keduanya telah meninggal dunia. Kini, orang tuanya yang hanya seorang petani menjadi satu-satunya penopang hidup, merawat Pak Abdul Qodir siang dan malam dalam keterbatasan ekonomi dan tenaga.
Sebagian biaya memang ditanggung BPJS, namun banyak kebutuhan penting belum terpenuhi seperti biaya perawatan lanjutan, vitamin, alat bantu, transportasi kontrol, hingga kebutuhan hidup harian keluarga. #KawanKebaikan, mari hadir meringankan beban mereka. Satu donasi dari Anda adalah napas harapan bagi Pak Abdul Qodir untuk bertahan dan berobat. Klik donasi sekarang, dan jadilah bagian dari perjuangan hidup Pak Abdul Qodir hari ini.