Di usianya yang hampir menyentuh seabad, tubuh renta Nenek Amah masih harus menapaki langkah demi langkah ke pemakaman. Setiap hari, beliau menyapu pelataran makam dengan tangan bergetar, kadang hanya dibayar seribu-dua ribu rupiah, atau bahkan tidak sama sekali. Punggung bungkuk, kulit keriput, dan persendian yang nyeri tak pernah menghentikan tekadnya untuk tetap bekerja, meski hidup tak lagi memberinya tenaga.

Ironisnya, perjuangan Nenek Amah tak sebanding dengan kenyataan hidupnya. Ia tinggal di sebuah gubuk tua yang reyot, dindingnya berlubang, atapnya bocor, dan lantainya hanya tanah basah saat hujan mengguyur. Malam-malamnya dilalui dengan tikar tipis, tanpa kasur maupun selimut, menggigil sendirian melawan dingin dan rasa lapar. Di usia senja yang seharusnya menjadi masa istirahat, beliau justru dipaksa terus berjuang demi sesuap nasi.
Namun di balik tubuh bungkuk dan langkah goyahnya, senyum tulus tak pernah pudar dari wajahnya. Ada keteguhan yang luar biasa, ada ketabahan yang menggetarkan hati. Kawan Peduli, mari kita sisihkan rezeki terbaik untuk membantu Nenek Amah menikmati sisa hidupnya dengan lebih layak. Semoga Allah balas setiap kebaikan ini dengan keberkahan rezeki, kesehatan, dan umur panjang penuh kebahagiaan.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |