Kelahiran Mohammad Naldi Paudi atau yang akrab disapa Naldi adalah anugerah besar bagi kedua orang tuanya setelah 11 tahun menantikan kehadiran anak kedua. Namun sejak lahir, kebahagiaan itu diuji. Naldi mengalami kelainan sejak bayi, kedua kakinya tidak sama, sering kejang, dan hingga kini di usia 4 tahun ia belum bisa melihat. Saat kejang datang, tubuh kecil Naldi memerah dan membuat orang tuanya hanya bisa menahan cemas. Hari-harinya kini dihabiskan dengan berbaring di rumah, tanpa bisa bermain, berjalan, atau berbicara seperti anak-anak seusianya.

Naldi pernah dibawa ke rumah sakit dan dokter menyampaikan adanya gangguan saraf yang mengharuskannya menjalani operasi di bagian kepala. Karena takut dan tidak tega, orang tuanya sempat menolak tindakan medis dan mencoba pengobatan tradisional. Sayangnya, usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Setelah memahami kondisi Naldi dan risiko medis yang harus dihadapi, kedua orang tuanya akhirnya bersedia mengikuti saran dokter. Namun keterbatasan ekonomi menjadi kendala besar. Sang ibu hanya berjualan nasi kuning dan gorengan dengan penghasilan tidak menentu, sementara ayahnya bekerja sebagai petani dengan upah harian yang tidak selalu ada.

Biaya pengobatan Naldi sangat besar dan tidak sebanding dengan penghasilan keluarga. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, kebutuhan susu, popok, dan perawatan harian sering kali membuat orang tuanya kewalahan. Meski begitu, harapan tak pernah padam. Ibunya sangat ingin melihat Naldi sembuh, bisa melihat dunia, tumbuh ceria, dan bermain seperti anak-anak lainnya. #KawanKebaikan, mari bersama ulurkan tangan untuk membantu Naldi mendapatkan penanganan medis yang layak. Setiap donasi yang diberikan hari ini adalah harapan hidup bagi Naldi dan ladang pahala yang terus mengalir.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |