Muhammad Rifqi Lasadu lahir di Gorontalo pada 27 Juli 2023, di tengah keluarga sederhana yang hidup serba terbatas. Kini, di usianya yang baru 2 tahun 4 bulan, Rifqi harus menghadapi ujian berat. Sejak lahir, mata sebelah kirinya sudah menunjukkan kelainan, bagian hitam mata tampak melebar tidak seperti kondisi normal. Karena keterbatasan pengetahuan dan ekonomi, orang tuanya baru membawanya ke rumah sakit saat Rifqi berusia sekitar satu tahun. Saat itu, kondisinya sempat membaik setelah menjalani perawatan, namun harapan itu tidak bertahan lama.

Beberapa bulan kemudian, kondisi Rifqi kembali memburuk. Matanya membengkak parah, mengeluarkan darah, dan menimbulkan nyeri luar biasa hingga tampak merekah. Rifqi pun dirujuk ke RS Kandou, Manado, dan didiagnosis Retinoblastoma, kanker mata yang membutuhkan tindakan medis serius berupa operasi. Penyakit ini membuat Rifqi sangat sensitif terhadap cahaya. Setiap hari ia lebih banyak berada di kamar gelap karena sedikit cahaya saja membuatnya menangis dan berteriak kesakitan. Rifqi juga kesulitan makan dan hanya mau menyusu kepada ibunya.

Kondisi Rifqi berdampak besar bagi keluarganya. Sang ibu adalah ibu rumah tangga yang mengurus empat anak, sementara ayahnya yang bekerja sebagai buruh lepas terpaksa berhenti bekerja demi fokus merawat dan mendampingi Rifqi berobat. Meski memiliki BPJS, tidak semua tindakan medis dan pengobatan ditanggung, sehingga keluarga Rifqi membutuhkan biaya besar untuk perjuangan kesembuhannya. Orang tua Rifqi hanya berharap anak mereka bisa sembuh dan menikmati masa kecilnya seperti anak-anak lain. Mereka ikhlas jika harus kehilangan satu mata, asalkan Rifqi dapat hidup tanpa rasa sakit.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |