Pak Engkos, 44 tahun, adalah penyandang disabilitas fisik yang hidup dalam keterbatasan sejak kecil. Ia kesulitan berjalan dan berbicara, namun setiap hari tetap berjualan lauk pauk keliling demi mencari nafkah. Dengan penghasilan sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per hari, Pak Engkos membantu kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia. Sang ayah masih bekerja sebagai buruh bangunan, sementara ibunya harus berutang ke warung untuk membeli bahan jualan agar Pak Engkos tetap bisa berjualan keesokan harinya.

Berjualan keliling bukan hal mudah bagi Pak Engkos. Tubuhnya yang lemah membuatnya sering kesulitan berjalan, bahkan pernah jatuh di jalan sempit karena tak memiliki tongkat penyangga. Meski sering dihina dan dianggap memalukan karena kondisinya, Pak Engkos tetap bertahan demi keluarganya. “Saya cuma ingin punya warung kecil… supaya tidak perlu jalan jauh lagi dengan kaki yang sakit,” ucapnya lirih. Di tengah keterbatasannya, ia tetap memilih membantu pembeli yang berutang meski dirinya sendiri hidup kekurangan.
Melalui program ini, #KawanKebaikan diajak untuk membantu Pak Engkos mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menyediakan alat bantu jalan, serta membantu mewujudkan usaha kecil agar Pak Engkos tidak lagi harus berjualan keliling dengan tubuh yang kesakitan. Yuk jadi bagian dari harapan baru untuk Pak Engkos dan keluarganya. Klik link donasi sekarang!
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |