Sejak ayahnya meninggal ketika Yusuf baru berusia 7 bulan, ia hanya memiliki satu tempat untuk bertumpu: sang ibu, Ibu Nendah (52 tahun). Namun kini, satu-satunya orang yang menjadi sandaran hidup Yusuf sedang berjuang melawan kanker nasofaring yang menggerogoti kesehatannya. Penyakit tersebut membuat aktivitas Ibu Nendah semakin terbatas hingga tak lagi mampu berjualan seperti dahulu. Sementara Yusuf yang masih duduk di kelas 1 SMA harus menghadapi kenyataan bahwa kebutuhan hidup dan pengobatan ibunya tetap harus dipenuhi.

Sepulang sekolah, Yusuf mengambil alih usaha sederhana sang ibu dengan berjualan donat milik orang lain. Keuntungan yang ia dapat hanya Rp1.000 per donat, dan jika dagangannya habis, Yusuf bisa membawa pulang sekitar Rp50.000. Uang itu digunakan untuk membantu biaya pengobatan ibunya, membayar kontrakan, sekaligus memenuhi kebutuhan sekolahnya sendiri. “Aku hanya punya Ibu. Tak ada lagi tempat bertumpu selain Ibu.” Meski lelah setelah belajar seharian, Yusuf tetap berjualan hingga malam. Namun tidak setiap hari donatnya habis, bahkan terkadang ia pulang membawa dagangan yang masih tersisa.
Kini Yusuf membutuhkan uluran tangan #KawanKebaikan agar pengobatan Ibu Nendah dapat terus diupayakan dan kebutuhan hidup mereka bisa sedikit lebih ringan. Bantuan yang diberikan dapat membantu biaya pengobatan, kebutuhan sehari-hari, kontrakan, serta kebutuhan sekolah Yusuf agar ia tetap bisa belajar tanpa harus sepenuhnya memikirkan beban keluarga. Mari bantu Yusuf menjaga satu-satunya orang yang ia miliki. Donasikan bantuan terbaikmu sekarang dan jadilah sandaran bagi Yusuf dan ibunya di tengah perjuangan mereka.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |