Syafrizal, atau yang akrab disapa Wak Cik, kini menjalani hidup seorang diri setelah sang istri meninggal empat tahun lalu. Dulu ia adalah pedagang ikan keliling, namun sebuah musibah mengubah segalanya. Kecelakaan yang menyebabkan seorang anak terluka membuat Wak Cik harus menanggung biaya pengobatan yang besar hingga terlilit utang. Sejak saat itu, hidupnya perlahan runtuh, ditambah kepergian sang istri yang tak mampu bertahan dari penyakit yang dideritanya.

Kini, Wak Cik tinggal di gubuk reyot di area PJKA Kota Langsa, dikelilingi keterbatasan. Dengan penglihatan yang semakin rabun, ia berjualan asongan keliling berjalan kaki hingga belasan kilometer setiap hari. Penghasilannya tak menentu, bahkan mendapatkan Rp5.000 saja sudah ia syukuri. Di jalanan, ia sering menghadapi perlakuan tidak baik, ditipu dengan uang palsu, dagangannya dijambret, hingga disangka pencuri karena penampilannya yang lusuh.

Meski hidup dalam kesulitan, Wak Cik tetap bertahan dengan hati yang penuh syukur. Ia tak pernah meninggalkan shalat dan tetap berbagi kepada anak-anak di sekitarnya, meski dirinya sendiri kekurangan. Rasa rindu pada sang istri pun ia lepaskan dengan menziarahi makamnya, menceritakan perjuangannya hari demi hari. Orang Baik, di tengah keterbatasannya, Wak Cik hanya ingin hidup lebih layak dan tenang di masa tuanya. Mari kita bantu ringankan beban hidupnya dan hadirkan sedikit harapan untuk hari-hari yang tersisa.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |