Setiap hari, Sri Wati Dama hanya bisa terbaring di atas kasur tipis di rumah kecilnya. Tubuhnya melemah, nyeri tak kunjung reda, dan luka di payudaranya terus mengeluarkan darah dan nanah. Di usia 43 tahun, Ibu Sri harus menghadapi ujian berat sebagai seorang janda yang berjuang melawan tumor mamae, tanpa pendamping hidup dan tanpa penghasilan tetap. Untuk makan, mandi, dan ke kamar mandi-pun, hanya dibantu anak-anaknya yang setia merawatnya dengan penuh cinta.

Penyakit ini bermula dari benjolan kecil di ketiaknya pada bulan puasa tahun 2024. Awalnya dianggap sepele, sampai beberapa bulan kemudian benjolan itu membesar dan menjalar ke payudara. Kondisinya memburuk sejak Agustus, rasa sakit semakin hebat, dan tubuhnya tak lagi mampu berdiri atau berjalan. Saat dibawa ke rumah sakit, dokter menyampaikan bahwa Ibu Sri belum bisa menjalani operasi besar dan harus melalui pengambilan sampel serta kemoterapi terlebih dahulu. Sayangnya, keterbatasan biaya membuat proses pengobatan terhenti, dan Ibu Sri harus kembali dirawat di rumah dengan menahan sakit setiap hari.

Sebelum sakit, Ibu Sri adalah ibu rumah tangga yang mengurus ketiga anaknya seorang diri setelah dua kali kehilangan pendamping hidup. Kini, anak pertamanya yang bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan harian sekitar Rp80.000 menjadi satu-satunya tumpuan hidup keluarga. Dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas, pengobatan Ibu Sri terasa sangat jauh dari jangkauan. Namun di tengah rasa sakit dan keterbatasan, Ibu Sri masih menyimpan satu harapan sederhana, yaitu bisa sembuh, kembali sehat, dan tetap membersamai anak-anaknya untuk terus menjalani hidup.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |