Pak Cucu, pria 35 tahun yang hidup dengan disabilitas sejak lahir, harus menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan. Tangan dan kakinya kaku tidak berfungsi sempurna seperti kebanyakan orang, bahkan untuk berdiri dan berjalan ia harus bersandar dan menggunakan tongkat. Namun di tengah keterbatasan itu, Pak Cucu tetap bekerja sebagai penjahit demi menghidupi ayahnya yang sedang sakit, istri, dan anaknya yang masih berusia 2 tahun.

Penghasilan Pak Cucu sangat tidak menentu. Kadang ia hanya membawa pulang Rp15 ribu, bahkan pernah seminggu tanpa satu pun pesanan jahitan. Saat tak ada order, ia berkeliling menawarkan jasa jahit dari rumah ke rumah saat musim hujan meski harus sembari menahan sakit dan lapar. Jika benar-benar tidak punya uang, Pak Cucu hanya makan nasi dengan garam atau sekadar minum air mineral agar bisa bertahan. Sebagai seorang ayah, Pak Cucu sering pulang tanpa membawa uang sedikit pun, sementara susu anaknya di rumah hampir habis dan ia hanya bisa meminta maaf kepada istrinya.
Melalui program ini, kami mengajak #KawanKebaikan untuk membantu perjuangan Pak Cucu dan keluarganya. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, kebutuhan anak, biaya listrik, serta membantu Pak Cucu memiliki usaha jahit sendiri agar penghasilannya lebih stabil dan mandiri. Yuk, jadi bagian dari harapan baru untuk Pak Cucu hari ini.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |