Di usia 75 tahun, Nek Iroh masih harus menjalani hidup seorang diri di rumah tua yang hampir roboh. Anak semata wayangnya telah hilang kabar selama 20 tahun, sementara sang suami sudah lama meninggal dunia. Untuk bertahan hidup, Nek Iroh bekerja serabutan sesuai kemampuan fisiknya, mulai dari mencabut rumput, buruh cuci, hingga berjualan hasil kebun keliling kampung dengan penghasilan yang sangat kecil.

Kini tenaga Nek Iroh sudah tidak sekuat dulu. Rumah tempatnya berteduh semakin rapuh dan penuh risiko ambruk sewaktu-waktu. Bahkan untuk makan sehari-hari pun beliau sering hanya mengandalkan nasi sisa yang disiram air panas agar lebih mudah dimakan karena giginya sudah tidak kuat. Di saat banyak lansia menikmati masa tua bersama keluarga, Nek Iroh justru harus bertahan hidup sendirian di rumah yang nyaris roboh sambil menunggu anak yang tak pernah kembali.
Melalui program ini, kami mengajak #KawanKebaikan untuk membantu Nek Iroh mendapatkan kehidupan yang lebih layak di sisa usianya. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan hidup harian, memperbaiki rumah yang hampir roboh, serta mewujudkan warung kecil agar Nek Iroh bisa memiliki penghasilan yang lebih ringan dan aman. Yuk, jadi bagian dari harapan baru untuk Nek Iroh hari ini.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |