Mang Agus (45 tahun) menjalani hidup penuh keterbatasan sejak lahir. Kedua tangan dan kakinya tidak tumbuh sempurna, membuatnya harus berjalan dengan cara menyeret tubuh menggunakan tangannya. Namun demi menghidupi sang istri tercinta, Wati (39 tahun), yang mengalami tuna netra dan gangguan pendengaran, Mang Agus tetap berjuang setiap hari berjualan kopi di sekitar tempat wisata dengan tubuh yang penuh keterbatasan.

Setiap pagi, Mang Agus membawa termos dan perlengkapan jualannya dengan wadah kecil yang digantung di tubuhnya. Ia menyeret tubuh perlahan menyusuri jalan demi jalan hanya untuk menjual segelas kopi hangat. Tangannya sering lecet, tubuhnya kerap kesakitan, tapi ia tidak pernah berhenti karena ada istrinya yang menunggu di rumah kecil mereka yang mulai rapuh dimakan usia. Penghasilan Mang Agus pun sangat kecil, hanya sekitar Rp25 ribu sehari jika dagangan ramai. Saat banyak orang bisa berjalan mengejar rezeki, Mang Agus harus menyeret tubuhnya di jalan demi memastikan istrinya tetap bisa makan hari itu.
Melalui program ini, kami mengajak #KawanKebaikan untuk membantu Mang Agus memiliki motor khusus disabilitas, tambahan modal usaha, kebutuhan hidup sehari-hari, dan perbaikan rumah mereka yang mulai rusak. Bantuan dari kita akan sangat berarti agar Mang Agus tidak lagi harus menyeret tubuhnya terlalu jauh demi mencari nafkah. Mari jadi bagian dari harapan baru untuk Mang Agus dan istrinya. Klik tombol donasi sekarang dan bantu perjuangan mereka bertahan hidup.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |