“Kakek pernah pingsan saat narik becak, langsung jatuh di samping becak sampai luka-luka…” tutur Kakek Dahlan. Dengan satu tangan yang tersisa akibat kecelakaan kerja, ia masih harus mengayuh becak setiap hari demi menafkahi istrinya. Tenaganya sudah jauh berkurang, namun hidup memaksanya untuk terus berjalan.

Tubuh Kakek tak lagi kuat seperti dulu. Ia harus menahan sakit akibat hipertensi, maag, dan pengeroposan tulang yang membuatnya semakin lemah. Bahkan untuk sekadar jongkok atau shalat, ia harus menggunakan bantuan kursi. Saat penyakitnya kambuh di jalan, Kakek bisa tiba-tiba pingsan, terjatuh, dan terluka. Namun setelah itu, ia tetap bangkit dan kembali menarik becaknya.

Sayangnya, perjuangan itu sering tak dihargai. Becak yang berjalan lambat membuatnya jarang mendapat penumpang. Dalam sehari, penghasilannya hanya sekitar Rp20.000, bahkan sering pulang tanpa membawa apa-apa. Orang Baik, di usia senjanya, Kakek hanya ingin hidup lebih layak dan tidak lagi memaksakan tubuhnya yang renta. Mari bantu ringankan beban Kakek Dahlan agar ia bisa bertahan tanpa harus terus menahan sakit di jalanan.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |