Sejak tahun 2014, penglihatan Ibu Sartini perlahan menghilang setelah matanya terkena serangga. Karena keterbatasan biaya, ia hanya menjalani pengobatan seadanya hingga akhirnya pada tahun 2020, dunianya benar-benar gelap. Dokter mendiagnosa glaukoma dan kerusakan kornea, membuatnya kini hidup tanpa bisa melihat sama sekali.

Ia tinggal bersama kakaknya, Ibu Ngatini, yang juga memiliki keterbatasan fisik sejak lahir. Dengan satu tangan, sang kakak menjadi “mata” bagi Ibu Sartini. Keduanya saling memperkuat dalam keterbatasan, menjalani hari dengan penuh perjuangan di tengah kondisi yang serba sulit.
Kini, satu-satunya harapan agar Ibu Sartini dapat melihat kembali adalah operasi cangkok kornea. Biaya tindakan memang ditanggung, namun pengadaan jaringan kornea sebesar Rp12 juta harus ditanggung sendiri, angka yang sangat berat bagi mereka. Yuk bantu Ibu Sartini mendapatkan kembali penglihatannya dan menghadirkan terang dalam hidupnya.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |