“Tolong beli gorengannya untuk berobat cucu saya…” Kalimat itu tertulis di nampan yang dibawa Nek Sabar, seorang lansia yang setiap hari berjalan tertatih menjajakan kue bingkang seharga seribu rupiah. Di usianya yang sudah tua ia harus menjadi satu-satunya penopang hidup bagi cucunya, Muhammad Arifin Al Hafiz, yang menderita cerebral palsy sejak lahir. Hafiz hanya bisa duduk di kursi roda, kerap mengalami kejang tiba-tiba hingga membenturkan kepalanya, membuat hati sang nenek tak pernah benar-benar tenang.

Sejak kedua orang tua Hafiz meninggal dalam kecelakaan tiga tahun lalu, hidup mereka semakin berat. Dengan penghasilan yang tak menentu, hanya sekitar Rp7.000–Rp10.000 per hari, Nek Sabar tetap berjuang memenuhi kebutuhan makan dan pengobatan cucunya. Di tengah keterbatasan itu, ia juga harus melawan penyakit asma yang sering membuat napasnya terengah saat berjualan. Rumah mereka pun jauh dari kata layak, memasak dengan tungku kayu, dan MCK seadanya hanya beralaskan terpal yang sudah sobek.

Meski hidup dalam kesulitan, Nek Sabar tak pernah menyerah. Ia merawat Hafiz dengan penuh kasih, menyuapi, memandikan, dan menjaganya setiap hari. Di balik lelah dan air mata yang sering jatuh diam-diam, ia terus berdoa agar cucunya bisa mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Orang Baik, hari ini kita bisa menjadi bagian dari harapan mereka. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti untuk meringankan langkah Nek Sabar dan memberi peluang kesembuhan bagi Hafiz.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |