Sejak lahir, hidup Azka Rizqullah sudah dipenuhi perjuangan. Ia terlahir tanpa anu
s, memaksanya menjalani tindakan medis berat sejak bayi. Hingga kini, sudah 13 kali operasi ia jalani, namun kondisinya belum juga membaik. Setiap hari, Azka harus menahan rasa sakit saat buang air, dengan kondisi urin yang bercampur darah dan nanah. Tak hanya itu, di usia dua tahun kakinya tiba-tiba patah tanpa sebab dan hingga kini belum pulih, bahkan luka di kakinya semakin parah dan mulai membusuk.

Di balik penderitaan Azka, ada sosok ibu yang terus bertahan, Ibu Sri Mawardani. Seorang guru honorer dengan penghasilan tak menentu, bahkan hanya sekitar Rp100.000 per bulan yang cair setiap beberapa bulan sekali. Demi bertahan hidup, ia juga menjadi buruh tani dengan upah harian yang sangat kecil. Sejak berpisah dengan suaminya saat mengandung Azka, Ibu Sri harus menjadi satu-satunya penopang hidup keluarga, berjuang sendirian untuk kesembuhan anaknya di tengah keterbatasan.
Meski sudah berusaha sekuat tenaga, biaya pengobatan yang mencapai jutaan rupiah setiap kali perawatan membuat langkahnya semakin berat. Bahkan untuk kebutuhan harian seperti obat dan pempers, ia harus berjuang keras, hingga tak jarang mereka hanya makan seadanya. Namun harapan itu tidak pernah padam. Ibu Sri terus berdoa agar suatu hari nanti Azka bisa sembuh. Hari ini, kita bisa menjadi bagian dari harapan itu—membantu Azka melanjutkan pengobatan dan meringankan beban perjuangan ibunya
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |