Di usia 64 tahun, Abah Tolib masih harus bekerja hingga 12 jam setiap hari demi bertahan hidup. Sejak pagi, ia mengumpulkan rongsok dan plastik bekas, lalu siangnya berkeliling menjajakan es mambo. Dalam kondisi penglihatan yang rabun dan pendengaran yang mulai hilang, Abah tetap melangkah, memikul beban jualan hingga lebih dari 10 kg dengan tubuh yang semakin renta.

Abah tinggal di kontrakan kecil bersama istri dan dua anaknya. Saat hujan turun, atap rumah yang bocor membuat mereka hanya bisa menutupnya dengan terpal seadanya. Di jalan, risiko pun selalu mengintai. Pernah suatu waktu Abah tersenggol motor hingga dagangannya jatuh berserakan, namun ia hanya bisa pasrah. Dari setiap es yang terjual, Abah hanya mendapat keuntungan sekitar Rp800, bahkan sehari penuh ia hanya membawa pulang Rp20.000.
Abah tidak meminta banyak. Ia hanya ingin memperbaiki kulkas agar istrinya bisa membuat es dari rumah, sehingga ia tidak perlu mengambil barang dari jauh dan bisa mendapatkan keuntungan lebih. Ia juga ingin memeriksakan matanya dan memiliki alat bantu dengar yang layak. Orang Baik, mari bantu Abah Tolib agar bisa hidup lebih layak dan menjalani hari tanpa rasa khawatir. Sedikit dari kita, sangat berarti untuk mereka.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |